Friday, June 15, 2018

Ta’aruf Itu Lebih Indah Dari Pacaran


Ta’aruf Itu Lebih Indah Dari Pacaran

Dalam agama islam segala bentuk muamalah (berinteraksi sesama manusia ) asalnya adalah boleh, kecuali ada dalil yang melarangnya. Termasuk dalam masalah pacaran. Pacaran adalah pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya, berdua-duaan hingga mencapai apa yang disenanginya. Islam sangat  melarang berpacaran karena dengan pacaran maka akan timbul kerusakan-kerusakan pada diri kita sendiri. seperti merusak harga diri, mempermalukan keluarga, bahkan bisa-bisa terjerumus kepada perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT yaitu zina. Nauzubillah
Islam memperbolehkan untuk Ta’aruf. Ta’aruf artinya berkenalan, yaitu berkenalan antara seorang laki-laki dan perempuan untuk melanjutkan hubungannya ke jenjang pernikahan. Tujuan ta’aruf ini adalah untuk mengetahui bagaimana sikap dan akhlak  calon kita, siapa keturunannya, bagaimana pekerjaannya halal atau tidak, dan yang lebih penting lagi adalah untuk mengetahui bagaimana keta’atannya kepada Allah SWT. Dengan melakukan Ta’aruf tersebut maka kita akan mengetahui jati diri calon kita, apakah layak atau tidak untuk dijadikan imam dalam keluarga
.
Taaruf itu tidak bisa langsung bertemu
Pada taaruf itu ada perantara, misalnya ustad. Jadi, tidak semata-mata kita ketemu, dan tidak semata-mata bisa berduaan. Kita dan si calon saling menjaga malu karena belum nikah. jadi, taaruf itu itu berbeda dengan pacaran. Ini yang perlu dipahami benar-benar.
Taaruf itu Indah karena Prioritasnya Nikah
Siapa yang tidakj mau kalau prioritasnya nikah? Sesuatu yang indah tapi dianjurkan Allah Swt. (bila kita sudah balig dan mampu menikah).
Jadi, keindahan itu tidak hanya sekedar  pacaran, karna pada dasarnya pernikahan itu adalah yang yang paling indah.
Mengenal dari Kejauhan
Mengenal namun saling berjauhan, bagaimana caranya? Mengirimkan doa-doa untuk si dia, itu cara paling ampuh untuk bisa dapat jawaban dari Allah. Komunikasi tak langsung akan membuat alur kisah cinta kalian lebih indah. Cari tahu si dia dari orang-orang sekelilingnya. Di jamin kisah cinta yang seperti ini tidak akan kalah dengan filem filem romontis.Karena taaruf itu indah
Dalam taaruf ada Istikharah Cinta
Dalam bertaaruf, kita mengenal istilah istikharah cinta. Istilah seperti ini pasti tidak ada kalau pacaran. Perhatian kita jelas hanya terpaku pada orang yang kita sayang. Kita justru dibuat cuma mikirin dia terus waktu ibadah.  Doa kita biasanya pada saat istikharah: “apabila berjodoh, tolong dekatkan. Jika tidak, segera berikan rencana lain yang lebih indah.”  Hasil istikharah inilah yang nanti akan jadi patokan untuk mengatakan iya atau tidak. Jika iya, maka bisa lanjut menikah. Jika belum juga, maka belum bisa menikah.  
Wahana untuk Saling mengukur Diri
Meski tak saling mengetahui bahwa masing-masing ingin memperbaiki diri. Namun pada taaruf, hal ini terjadi otomatis karena masing-masing sadar akan menjadi seorang bapak atau ibu. Pada taaruf, kita dituntut untuk memperbaiki diri dengan tujuan mendapatkan jodoh terbaik. Dalam taaruf, kita butuh waktu untuk memahami masing-masing, sehingga yang didapat dalam taaruf itu hanya keberkahan.

Dalam ta’aruf tujuannya hanya menikah? Sebenarnya, ada tujuan yang lebih mulia dari pernikahan, yaitu IBADAH. Murni hanya ibadah kepada Allah. Maka, Rasulullah pernah bersabda:  "Jika seorang hamba menikah, maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan setengah dari agamanya. Oleh karena itu, bertakwalah kepada Allah untuk menyempurnakan sebagian lainnya." (HR Baihaqi dengan sanad hasan).
“Jadi hal yang paling indah dalam ta’aruf adalah ketika kita mencari calon pendambing kita hanya karna ingin memiliki keluarga yang sakinah mawaddah warohmah”.

No comments:

Post a Comment