Ta’aruf Itu Lebih Indah Dari Pacaran
Dalam agama islam segala bentuk muamalah (berinteraksi sesama
manusia ) asalnya adalah boleh, kecuali ada dalil yang
melarangnya. Termasuk dalam masalah pacaran. Pacaran adalah pergaulan antara
laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya, berdua-duaan hingga mencapai apa
yang disenanginya. Islam sangat melarang berpacaran
karena dengan pacaran maka akan timbul kerusakan-kerusakan pada diri kita
sendiri. seperti merusak harga diri, mempermalukan keluarga, bahkan bisa-bisa
terjerumus kepada perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT yaitu zina.
Nauzubillah
Islam memperbolehkan untuk Ta’aruf. Ta’aruf artinya berkenalan,
yaitu berkenalan antara seorang laki-laki dan perempuan untuk melanjutkan
hubungannya ke jenjang pernikahan. Tujuan ta’aruf ini adalah untuk mengetahui
bagaimana sikap dan akhlak calon kita, siapa keturunannya, bagaimana
pekerjaannya halal atau tidak, dan yang lebih penting lagi adalah untuk
mengetahui bagaimana keta’atannya kepada Allah SWT. Dengan melakukan Ta’aruf
tersebut maka kita akan mengetahui jati diri calon kita, apakah layak atau
tidak untuk dijadikan imam dalam keluarga
.
.
Taaruf itu tidak
bisa langsung bertemu
Pada taaruf itu ada
perantara, misalnya ustad. Jadi, tidak semata-mata kita ketemu, dan tidak
semata-mata bisa berduaan. Kita dan si calon saling menjaga malu karena belum
nikah. jadi, taaruf itu itu berbeda dengan pacaran. Ini yang perlu dipahami benar-benar.
Taaruf itu Indah
karena Prioritasnya Nikah
Siapa yang tidakj mau
kalau prioritasnya nikah? Sesuatu yang indah tapi dianjurkan Allah Swt. (bila
kita sudah balig dan mampu menikah).
Jadi, keindahan itu tidak
hanya sekedar pacaran, karna pada
dasarnya pernikahan itu adalah yang yang paling indah.
Mengenal dari
Kejauhan
Mengenal namun saling
berjauhan, bagaimana caranya? Mengirimkan doa-doa untuk si dia, itu cara paling
ampuh untuk bisa dapat jawaban dari Allah. Komunikasi tak langsung akan membuat
alur kisah cinta kalian lebih indah. Cari tahu si dia dari orang-orang
sekelilingnya. Di jamin kisah cinta yang seperti ini tidak akan kalah dengan
filem filem romontis.Karena taaruf itu indah
Dalam taaruf ada Istikharah
Cinta
Dalam bertaaruf, kita
mengenal istilah istikharah cinta. Istilah seperti ini pasti tidak ada kalau
pacaran. Perhatian kita jelas hanya terpaku pada orang yang kita sayang. Kita
justru dibuat cuma mikirin dia terus waktu ibadah. Doa kita biasanya pada saat istikharah:
“apabila berjodoh, tolong dekatkan. Jika tidak, segera berikan rencana lain
yang lebih indah.” Hasil istikharah
inilah yang nanti akan jadi patokan untuk mengatakan iya atau tidak. Jika iya,
maka bisa lanjut menikah. Jika belum juga, maka belum bisa menikah.
Wahana untuk Saling mengukur
Diri
Meski tak saling
mengetahui bahwa masing-masing ingin memperbaiki diri. Namun pada taaruf, hal
ini terjadi otomatis karena masing-masing sadar akan menjadi seorang bapak atau
ibu. Pada taaruf, kita dituntut untuk memperbaiki diri dengan tujuan
mendapatkan jodoh terbaik. Dalam taaruf, kita butuh waktu untuk memahami
masing-masing, sehingga yang didapat dalam taaruf itu hanya keberkahan.
Dalam ta’aruf tujuannya
hanya menikah? Sebenarnya, ada tujuan yang lebih mulia dari pernikahan, yaitu
IBADAH. Murni hanya ibadah kepada Allah. Maka, Rasulullah pernah bersabda:
"Jika seorang hamba menikah, maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan
setengah dari agamanya. Oleh karena itu, bertakwalah kepada Allah untuk
menyempurnakan sebagian lainnya." (HR Baihaqi dengan sanad hasan).
“Jadi hal yang paling indah dalam ta’aruf
adalah ketika kita mencari calon pendambing kita hanya karna ingin memiliki
keluarga yang sakinah mawaddah warohmah”.
No comments:
Post a Comment