Pengertian Ta’aruf
Taaruf adalah
suatu perbuatan berkunjung ke rumah seseorang untuk berkenalan dengan
penghuninya. Taaruf dapat
menjadi langkah awal untuk mengenalkan dua keluarga yang akan menjodohkan salah
satu anggota keluarga. Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan
dan pendekatan, taaruf berbeda
dengan pacaran.Secara bahasa, arti taaruf ialah berkenalan atau saling
mengenal. Arti taaruf berasal dari kata ta’aarafa.
Allah berfirman (yang
artinya), “Hai manusia, sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang
pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan
bersuku-suku agar kalian saling mengenal (ta’arofu)….” (Q.S. Al Hujurat: 13)
Meskipun arti taaruf pada
dasarnya sebatas perkenalan, arti taaruf lainnya yang lebih spesifik ialah
tentang proses perkenalan antara laki-laki dan perempuan yang kemungkinan akan
menjadi pasangan hidup. Arti taaruf dalam hal ini berkaitan dengan dua orang
berlainan jenis yang ingin saling mengenal untuk melihat kecocokan sebelum
menikah.
Taaruf yang dimaksud di sini
ialah perkenalan dalam rangka menindaklanjuti ke jenjang lebih serius dalam menunaikan
sunnah Nabi. Tentunya, seperti yang kita ketahui, arti taaruf berbeda dengan
arti pacaran. Islam tak pernah menghalalkan pacaran karena pacaran sama halnya
dengan mendekati zina. Selain membuat pelakunya berdosa, pacaran juga
memberikan kerugian lain untuk pelakunya, seperti terbuangnya waktu, uang, dan
tenaga. Pacaran sangat memungkinkan pelakunya untuk saling bersentuhan, padahal
hal tersebut jelas dilarang oleh agama Islam.
“Andaikata kepala salah seorang dari kalian ditusuk
dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak
halal baginya.” (H.R. Ar-Ruyani dalam Musnad-nya No.1282, Ath-Thabrani 20/No.
486-487, dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 4544 dan disahihkan oleh Syeikh
Al-Albani dalam Ash-Shahihah No. 226)
Sementara itu, berbeda
dengan pacaran, taaruf memberikan banyak manfaat bagi pelakunya. Taaruf membuat
dua orang berlainan jenis yang ingin menikah menjadi tahu mereka cocok untuk
bersatu dalam pernikahan atau berhenti sampai di proses taaruf ini. Arti taaruf
di sini pun memiliki aturannya sendiri yang sesuai dengan syariat, seperti
ditentukan waktu taaruf (maksimal tiga bulan), batas-batas perkenalan di dalam
taaruf, dan cara perkenalan di dalam taaruf. Apabila taaruf berjalan dengan
lancar dan kedua pihak setuju untuk lanjut, selanjutnya yang dilakukan ialah
khitbah. Apabila khitbah telah selesai dilakukan, proses berikutnya ialah
menikah dengan mengucap ijab kabul.
Jadi, Apakah Arti Taaruf yang Sesungguhnya?
Arti taaruf yang
sesungguhnya adalah perkenalan atau berkenalan. Secara lebih spesifik, taaruf
antarlawan jenis diartikan sebagai proses perkenalan atau berkenalannya seorang
laki-laki dengan seorang perempuan untuk mendapatkan keyakinan terkait
kelanjutan hubungan mereka: menikah atau terhenti di taaruf.
Nah, kita sebagai umat Islam hendaknya mengaplikasikan
arti taaruf tersebut di dalam kehidupan sehari-hari dengan benar. Taaruf telah
jelas berbeda dengan pacaran. Jadi, kita sebagai orang tua yang baik tentunya
wajib mengawasi dan memperhatikan pergaulan anak-anak kita agar mereka tidak
terperangkap dalam arti taaruf yang salah. Semoga artikel ini bisa membantu dan
bermanfaat bagi pembacanya.
No comments:
Post a Comment