11 Cara Hidup Sehat Ala Rasulullah
Cara
hidup ternyata Islam sudah mengatur dan juga di contohkan melalui apa yang
Rasulullah lakukan. Rasulullah SAW bukan saja mencontohkan dalam ibadah
spiritual, tetapi hingga kebiasaan hidup dan gaya hidup pun telah
dicontohkannya. Hal ini menunjukkan bahwa agama islam adalah agama yang
rahmatan lil alamin dan membawakan banyak maslahat ataau manfaat bagi manusia.

Kesehatan
bagi manusia selalu menjadi hal yang penting bukan hanya berdampak pada fitnya
badan, melainkan juga pada ketahanan tubuh, usia, dan tentunya kemampuan untuk
beraktifitas. Semakin rendah tingkat kesehatan kita, maka akan rendah pula
aktifitas yang bisa kita lakukan. Sedangkan, untuk berkarya dan memberikan
manfaat yang besar bagi masayrakat, tentu saja membutuhkan kesehatan yang baik.
Cara hidup sehat ala
Rasullulah Sebagai berikut:
Makan Sebelum Lapar dan
Berhenti Sebelum Kenyang
“Kami adalah kaum yang tidak
makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak pernah kekenyangan”(HR Bukhari Musim).
Dari
hadist di atas Rasulullah menyampaikan bahwa hendaknya kita makan sebelum lapar
dan berhenti sebelum kenyang. Dari aspek kesehatan ini sangat berarti karena
makan sebelum lapar menghindarkan kita dari sakit lambung dan berhenti sebelum
kenyang akan membuat kita tidak berlebihan dalam makan. Menghindari makan
sebelum kenyang membuat kita jauh dari sakit pencernaan. Untuk itu, makanlah
sesuai waktu dan pola yang telah kita bentuk.
Makan Secukupnya, Tidak
Berlebihan
Dari Aisyah RA, “Dahulu
Rasulullah tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan dua jenis makanan. Ketika
sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah
kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti.”
Makan
secukupnya artinya Rasul memilih makan sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.
Perintah ini mengartikan bahwa kita harus menakar kebutuhan makan kita agar
tidak terjadi penumpukan, tidak habis saat makan, dan menjadi sumber penyakit
jika makanan yang dimakan tidaklah sehat atau terlalu banyak.
Satu Per tiga isi dengan
Makanan, Minuman, dan Udara
“Anak
Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah
bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak
ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk
makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).
Hadist
di atas menunjukkan bahwa hendaknya manusia memang benar-benar bisa mengisi
perutnya dengan makanan, minuman, dan udara yang seimbang. Jika perut manusia
penuh dengan makanan dan minuman semua, tentunya tidak ada ruang bernafas atau
ruang udara dalam perut. Tentu tidak akan sehat, akan penuh sesak, dan
menimbulkan penyakit bagi tubuh kita.
Tidak Makan Makanan yang Haram
Tidak
makan-makanan yang haram bukan hanya perilaku yang dilakukan oleh Rasulullah
SAW, melainkan telah menjadi ketetapan Allah yang tidak bisa berubah. Untuk
itu, Allah memerintahkan manusia agar tidak makan dan minum sesuatu yang kharam. Alasan yang paling logis dan
masuk akal adalah karena makanan haram memiliki kandungan yang tidak sehat dan
membuat tubuh manusia menjadi rusak jika terus mengkonsumsi hal tersebut.
Tidak
Meminum Khamr
Khamr adalah
makanan haram yang merugikan bagi tubuh manusia. Sebagaimana makanan yang
haram, minuman yang haram seperti khamr pun juga dilarang. Khamr adalah minuman
memabukkan dan dapat merusak otak manusia. Untuk itu, jika dilakukan maka akan
mengganggu sistem tubuh manusi
Berpuasa
“Berpuasalah kamu supaya sehat
tubuhmu” (HR Bukhari)
Banyak orang yang berpendapat puasa
membuat tubuh lemas tapi sebenarnya puasa membuat tubuh lebih sehat. Selain ada
perintah puasa Ramadhan, terdapat juga sunnah Rasulullah lainya mengenai puasa.
Puasa sunnah seperti puasa daud, puasa muharam, puasa senin dan kamis, dan lain
sebagainya dapat kita lakukan. Selain karena menjadi ibadah dan pahala bagi
kita, puasa juga merupakan proses detoks bagi kita. Dari proses tersebut maka
akan keluar segala racun-racun dalam tubuh, timbunan lemak, dan juga zat-zat
yang tidak sehat lainnya.
Tidak Tidur Setelah Ashar dan Sebelum Magrib
“Aku heran dengan orang yang terbaring dan tidur sesudah
‘Ashar.” “Barangsiapa yang tidur setelah ashar kemudian akalnya hilang, maka
janganlah ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri.”.
Rasulullah menyarankan agar kita
tidak tidur setelah ashar dan sebelum magrib. Hal ini dikarenakan waktu-waktu
tersebut adalah waktu produktif untuk tetap masih bisa bekerja. Sedangkan, akal
atau otak juga masih bisa digunakan sebelum waktu beristirahat. Jika digunakan
beristirahat, khawatir saat malam akan sulit tidur padahal justru istirahat
yang baik adalah saat malam hari.
Bangun dan Shalat di Sepertiga Malam
Perintah ini diberikan oleh Allah
untuk kita bisa melaksanakan shalat di malam hari atau shalat qiyamulail atau
shalat tahajud. Shalat seperti ini tentunya membuat kita akan lebih sehat
karena bangun di lebih pagi, dan udara atau kondisi di waktu yang paling bagus
karna udara pada saat itu sangat baik bagi tubuh.
Tidur Miring ke Kanan
Tidur seperti ini disarankan oleh
Rasulullah karena dengan tidur berbaring ke kanan dapat memperlancar kerja
jantung dan hati karna pada saat itu jantung pada posisi yang bagus karna tidak
dalam keadaan terdesak. Proses metabolisme tubuh dan juga detoksifikasi saat
tidur akan lebih mudah jika dilakukan dengan berbaring ke sisi kanan badan.
.
Menjaga Kebersihan diri dan Lingkungan
Agar pola hidup sehat didapatkan,
maka menjaga kebersihan diri adalah kewajiban dan hal yang terpenting. Bukan
hanya diri sendiri namun juga lingkungan kita. Sebagaimana Rasulullah yang
tidak malas mandi, membersihkan tempat tidur, dan juga memperhatikan kesehatan
di lingkungan tersdekatnya.
Memotong kuku dan Bulu-Bulu atau Rambut di Bagian Tubuh
“Waktu untuk memotong kumis,
memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan hendaknya tidak
melebihi 40 hari.” (HR Muslim dan Tirmidzi)
Ayat ini menunjukkan bahwa hendaknya
muslim dan muslimah memperhatikan hal ini dan bisa menerapkannya dalam
keseharian. Bulu-bulu yang tumbuh tentunya tidak semuanya baik dan ada yang
tidak sehat jika tidak pernah dicukur dan dibiarkan. Untuk itu, menjadi
kewajiban bagi kita seorang muslim untuk terus rajin memotongnya.
Tidak Pernah Iri Hati Ala Rasulullah
“Tak boleh bersikap iri kecuali dalam dua
hal. Pertama terhadap orang yang memiliki kekayaan dan mempergunakannya untuk
menegakkan yang haq. Kedua terhadap orang yang memiliki pengetahuan dan rajin
menyebarkannya pengetahuannya itu kepada orang banyak.” (HR.Bukhari)
Hal yang terpenting selanjutnya
adalah iklas dan sabar, Seorang muslim yang dalam hati nya tidak memiliki rasa
iri disebabkan karena dia memiliki rasa ikhlas dan sabar. Ketika rasa ikhlas
dan sabar dalam diri kita itu hilang maka akan menimbulkan banyak penyakit yang
kita kenal dengan sebutan stres. Apabila stres telah timbul pada diri kita maka
kita akan menjadi lemah yang akhirnya mudah terserang penyakit. Wallahu a’lam
bishawab.
Jadi untuk hidup sehat tidaklah
sulit, cukup dengan mengikuti sunnah Rasulullah maka insya Allah hidup kita
akan sehat jasmani dan rohani. Untuk itu sudah siapakah kita untuk hidup sehat
ala Rasulullah. Tentunya semua orang ingin hidup sehat karna hidup sehat itu
adalah kenikmatan yang sebenarnya.
wassalamualaikum
No comments:
Post a Comment